Misteri dan Pilihan

Misteri dan Pilihan

Matahari terbit menyapa dunia, ayam berkokok, dan alarm berbunyi membangunkanku di hari yang baru. Aku terbangun dan merencanakan aktivitasku di hari itu. Aktivitasku akhir-akhir ini tak sesibuk biasanya, hari-hari kujalani tanpa adanya semangat baru. Semua terlihat biasa, semua terlihat tak ada yang berbeda, dan aku merasa tak ada hal baru dalam hari-hari yang kujalani.

Sejenak aku duduk dan terdiam, aku berpikir dan membayangkan, aku merasa semua yang terjadi adalah misteri. Semua yang terjadi hari ini adalah misteri bagiku di hari kemarin. Semua yang terjadi hari esok adalah misteri bagiku hari ini. Aku tak pernah membayangkan apa jadinya kehidupan tanpa misteri, akankah masih ada semangat disaat aku tau aku akan gagal? Akankah aku akan tetap tersenyum saat aku tahu akan adanya hal menyedihkan? Hidup dengan sejuta misterilah yang memberiku rasa penasaran, yang memberiku semangat juang untuk memperjuangkan yang terbaik sekalipun terkadang apa yang diinginkan tak sesuai kenyataan. Misteri juga memaksaku untuk selalu memilih. Ketika aku dihadapkan pada pilihan, aku tak pernah tau mana yang akan memberikanku kenyataan yang sesuai harapan.

Saat aku memilih, misteri mungkin akan terjawab, namun bagaimanakah dengan realita yang terjadi? Akankah pilihan itu memberiku kenyataan yang sesuai harapan? Tidak, tidak semua pilihan seperti itu. Bagiku, penyesalan akan suatu pilihan yang selalu ditangisi tak akan mengubah apapun, kembali ke masa lalu adalah hal terjauh yang tak mungkin dicapai. Setiap pilihan akan sesuatu tak pernah lepas dari resiko, sekalipun yang kupilih itu tak sesuai keinginan, dapatkah kuulang waktu? Dapatkah kuulang semua keputusanku? Ah, itu semua usaha yang sia-sia. Sekalipun pilihan itu tak sesuai kenyataan,  tak ada yang perlu disesali, selama sudah kulakukan yang terbaik, aku tak akan menyesali usahaku yang terbaik itu.. Pilihan apapun yang kupilih, sekalipun itu tak sesuai kenyataan, hidup akan terus berjalan, waktu tak akan berhenti, dan kenyataan harus dihadapi.

Menangis saat realita tak sesuai harapan adalah wajar bagiku... namun itu tak akan mengubah apapun. Dari setiap pilihan aku harus belajar melihat sisi positifnya, aku belajar untuk menerima kenyataan, aku belajar untuk bangkit saat aku terpuruk, aku belajar menghargai apa yang masih dapat kuperjuangkan dan apa yang masih kumiliki, aku belajar mensyukuri orang-orang yang selalu mendukungku, dan aku belajar bersyukur dan mengusahakan kesempatan yang lebih banyak untuk membuatku menjadi yang lebih baik.
-Bella-